spot_img
25.7 C
Padang
Rabu, 4 November, 2026
spot_img
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

NATUNA | MNI ♦ Persoalan pengasuhan hingga kenyamanan peserta didik, menjadi perhatian Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam pengelolaan Sekolah Rakyat (SR).

Bupati Cen meminta para guru, tidak ragu menerapkan kedisiplinan kepada peserta didik. Menurutnya, ketegasan diperlukan karena anak-anak yang mengikuti pendidikan berasrama membutuhkan pendampingan sekaligus aturan yang jelas.

Pesan itu disampaikan Cen saat berdiskusi bersama jajaran Sekolah Rakyat dan para pengasuh di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026).

“Saya meminta bapak ibu jangan patah semangat, harus tegas. Kalau lemah, nanti anak-anak kita tidak tentu arah,” tegas Cen.

Ia mengatakan, persoalan siswa yang memilih keluar dari program pendidikan berasrama perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Termasuk ketika anak mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru maupun menghadapi persoalan perundungan atau bullying.

Bagi Cen, keputusan anak untuk pulang tidak seharusnya langsung dianggap sebagai solusi. Sekolah dan pengasuh perlu mencari pendekatan yang tepat agar peserta didik dapat melewati masa penyesuaian dan merasa nyaman tinggal di asrama.

“Terkait anak baru yang mundur, kita harus cari solusi bagaimana anak-anak itu bisa betah. Hari ini kita di sini diskusi bagaimana caranya agar anak-anak bisa tinggal dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Pengasuh Diminta Tidak Sekadar Menjalankan Tugas

Dalam pertemuan itu, Cen juga mengingatkan bahwa tugas guru dan wali asuh di Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab yang lebih luas.

Para pengasuh diminta tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu menjadi orang dewasa yang mendampingi anak selama tinggal jauh dari keluarga.

Ia menilai peserta didik membutuhkan sosok yang mampu memberikan arahan, membangun kedisiplinan, sekaligus menciptakan rasa aman. Namun, ketegasan tersebut tetap harus ditempatkan dalam konteks pendidikan dan tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan.

Persoalan bullying juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Lingkungan pendidikan berasrama, kata Cen, harus mampu memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik agar proses belajar dan pembentukan karakter dapat berjalan dengan baik.

Kebiasaan membawa anak pulang setiap akhir pekan juga menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi. Pemerintah daerah menilai pola tersebut berpotensi membuat proses adaptasi anak terhadap kehidupan asrama menjadi lebih panjang.

Untuk menghindari perbedaan pemahaman, pemerintah daerah turut mendorong adanya kesepakatan sejak awal antara sekolah dan orang tua. Salah satunya melalui surat pernyataan yang memuat pola pengasuhan serta informasi mengenai kondisi kesehatan peserta didik.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Natuna, terutama dalam aspek pendidikan, pengasuhan, fasilitas, kesehatan, keamanan, serta komunikasi antara sekolah dan keluarga

Sumber minta nama dirahasiakan kepada media ini menyampaikan, anak tersebut dikeluarkan dari SR karena parangainya yang bermasalah. Tapi malapor seolah-olah SR buruk, tidak mengurus.

Banyak laporan sampai ke bupati dan dinsos, namun itu murni pendapat dari sipelapor, dapat info langsung ditanggapi.

Mengenai SDM pun di SR betul-betul kekurangan orang.

Satu lagi yang jadi kendala, tenaga pengasuh banyak yang tidak mau penempatan di Natuna, belum lama ini dibuka tambahan guru untuk di Natuna, banyak kuota tak terpenuhi/nol pelamar.

Mengenai isu siswa SR mundur masal

Sumber menjelaskan tak ada mundur masal. Anak itu mundur satu-satu, karena rindu sama orang tua, tak bisa jauh dari emak. Ada juga orang tua tak bisa jauh dengan anak. Peserta didik Mundur masal karena bullying itu tidak ada.(Tim)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru