spot_img
26.6 C
Padang
Selasa, 3 November, 2026
spot_img
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

■ Amran Pertanyakan Maksud dan Tujuan Bupati Cen Sui Lan Lontarkan kalimat “Tidak Masuk” Ke Wartawan Koran Perbatasan

NATUNA | MNI ■  Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, Amran, pertanyakan tujuan dan maksud ucapan Bupati Cen kepada wartawan Koran Perbatasan yang ditugaskan menghadiri sekaligus meliput kegiatan makan siang bersama rekan- rekan wartawan di Restoran Ajo Basamo, Jumat (23/10/2026).

Amran, juga meminta klarifikasi terbuka dari Bupati Cen,terkait ucapannya kepada wartawan Koran Perbatasan. Keterangan Amran ke media ini, Cen Sui Lan menyampaikan kalimat, “tidak masuk” Amran mempertanyakan maksud ucapan itu.

Sejumlah rekan wartawan yang memberikan keterangan kepada Amran, membenarkan ucapan tersebut. Suara Cen Sui Lan terdengar keras. Bahkan, seorang wartawan yang mengaku duduk cukup jauh dari posisi Bupati, menyampaikan bahwa dirinya masih dapat mendengar ucapan yang menyebut Koran Perbatasan dan kata “tidak masuk”.

Bagi Amran, persoalan ini bukan semata-mata tentang hubungan antara seorang kepala daerah dan satu perusahaan media. Persoalan tersebut juga menyangkut bagaimana wartawan diperlakukan ketika menjalankan tugas jurnalistik di ruang publik.

Ia mempertanyakan apakah ucapan “tidak masuk” memiliki maksud tertentu terhadap Koran Perbatasan atau berkaitan dengan persoalan lain yang belum dijelaskan kepada pihak media.

“Pers bukan lawan pemerintah. Kami memiliki tugas untuk menyampaikan informasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Pemerintah boleh menjelaskan, membantah, atau mengoreksi pemberitaan melalui jalur yang tepat. Namun, penghormatan terhadap wartawan harus tetap dijaga,” Amran menegaskan.

Bagi Amran, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut perasaan seorang wartawan, tetapi juga menyangkut bagaimana pejabat publik memperlakukan insan pers di ruang terbuka. Sikap saling menghormati diperlukan agar komunikasi antara pemerintah dan media tetap berjalan secara profesional.

Atas kejadian tersebut, Amran meminta dengan tegas agar Cen Sui Lan menjelaskan maksud ucapannya dan alasan mengapa pernyataan itu ditujukan kepada wartawan Koran Perbatasan. Ia juga meminta Bupati memberikan klarifikasi yang dapat menjernihkan persoalan serta mencegah munculnya berbagai dugaan di tengah masyarakat.

Media news indonesia membuka ruang bagi bupati Cen, untuk menyampaikan penjelasan dan tanggapan. (Tim)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru