BATAM | MNI ■ Badan Pengusahaan (BP) Batam menyediakan lahan 18 hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Rempang-Galang.
Proyek ini didukung Kementerian Sosial/PUPR. Dan saat ini sedang proses pematangan lahan yang dirancang untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih.
Lahan yang disiapkan oleh BP Batam, untuk membangun gedung fasilitas lengkap termasuk asrama, ruang kelas, hingga sarana olahraga untuk konsep boarding school.
BP Batam fokus pada penyiapan lokasi, sementara fisik bangunan didukung oleh pemerintah pusat. Sekolah ini bertujuan memberikan pendidikan berkualitas gratis (SD-SMA) khusus untuk anak-anak yang orang tuanya kurang mampu.
Sumber layak dipercaya menyampaikan, jauh hari sebelum lokasi atau lahan diserahkan ke BP Batam, lahan tersebut sudah sejak lama digarap oleh warga dan ditanami pohon produktif.
“Tanaman produktif milik warga seperti kelapa dan pohon buah terdampak pembangunan, sudah pasti menuntut ganti rugi yang layak per pohon,”ujar sumber.
Sumber menambahkan, berhubung akan dibangun sekolah rakyat, sudah pasti tanaman produktif tersebut ditebangi. Tentu warga menuntut ganti rugi yang adil karena tanaman merupakan sumber pendapatan harian.
Berita ini tayang, Direktur lahan BP Batam berikut kontraktor pelaksana belum dimintai keterangan. (Han)





