BATAM | MNI ■ Pelaksanaan penggalian jaringan pipa gas di beberapa titik perumahan kawasan Batam Kota dikeluhkan warga karena bekas galian yang ditutup tanah kurang rapi belum diratakan kembali dan tanah bekas galian masih menumpuk di area bekas galian
Pantauan media, tanah bekas galian proyek jaringan pipa (jargas) di beberapa wilayah Kota Batam salah satunya di perum cendana tahap 1, dikeluhkan warga karena tanah bekas galian, tidak segera dirapikan, atau lambat diangkut.
Kondisi diperparah apabila turun hujan, lubang galian yang belum ditimbun digenangi air begitu disekitaran galian.
Inyiak bukan nama sebenarnya, kepada media mengatakan, kita senang banyak kemajuan di perumahan ini. Namun kontraktor proyek perhatikan juga dampak lingkungan sekitar.
Ia meminta kontraktor proyek jargas segera angkut tanah bekas galian tersebut, jika tanah bekas galian itu masih dibutuhkan tumpuk lah di satu tempat, jangan dibiarkan begitu saja.
Kondisi dan Dampak
Gundukan tanah galian mempersempit badan jalan, memicu kondisi becek/berlumpur saat hujan, serta berdebu saat cuaca panas.
Sisa galian dan lubang galian yang belum ditutup sempurna membahayakan pengendara roda dua maupun pejalan kaki.
Proyek pemasangan jargas di Batam dikerjakan secara bertahap oleh kontraktor pelaksana, namun koordinasi pembersihan sisa galian sering kali lambat direspons atau kurang sinkron dengan pengawas wilayah setempat.
Sampai berita ini disusun, pihak kontraktor proyek jargas belum dikonfirmasi. (Tim)





