BATAM | MNI ■ Keliling masjid sebelum terpilih jadi penguasa apakah sebagai pencitraan politik atau wisata politik religius.
Sering terjadi dalam dunia politik, di mana perilaku seorang calon pemimpin berubah drastis sebelum dan setelah mendapatkan jabatan.
Dulu sebelum nyalon pak Amsakar Achmad, pernah shalat subuh berjamaah di mesjid Nurul Huda cendana.
Setelah menang pada pilkada Kota Batam 2024, walikota Amsakar Achmad tak ada datang lagi shalat subuh berjamaah di mesjid Nurul huda. Demikian disampaikan salah seorang warga cendana baru-baru ini.
Seharusnya pemimpin sejati tetap menjaga hubungan spiritual dan sosial dengan warganya, baik saat mencari suara maupun saat sudah berkuasa.
Sebelum pilkada ada datang, setelah kursi kekuasaan didapatkan, motivasi untuk menarik simpati warga langsung menurun drastis. Padatnya jadwal kerja dan protokol keamanan yang ketat setelah menjabat itu alasan klasik
“Jarak antara penguasa dan rakyat semakin lebar, sehingga aspirasi nyata warga sulit tersampaikan. Pemimpin seperti ini biasanya akan sulit terpilih kembali pada periode berikutnya karena rekam jejak” tutup salah seorang warga minta nama dirahasiakan.
Media News Indonesia.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Walikota Batam Amsakar Achmaf untuk memberikan penjelasan.(tim)





