Narasumber: Bapak Suparman
Pewawancara: Jurnalis/Wartawan.
BATAM | MNI ■ Jurnalis: Selamat pagi, Pak Suparman. Terima kasih atas waktunya. Bagaimana bapak melihat penataan infrastruktur dibatam saat ini,dimana ada yang aneh kanstin di cat abu-abu?
Bapak Suparman: Selamat pagi juga. Menurut pendapat saya yang nyuruh cat seperti itu yang tolol,harus sekolah dulu dia,tapi mungkin Batam akan dibuat seperti di Hongkong kali.
Jurnalis: Bapak kan sudah 30 tahun jadi kontraktor di Batam, seharusnya cat Kanstin warnanya apa?
Bapak Suparman: Kalau otak orang yang normal,cat kanstin itu hitam putih, karena bahagian dari rambu rambu, kalau di bandara bisa hitam kuning
Jurnalis: Kok Batam ini sekarang banyak aneh ya pak.Sampai sampai kanstin tertimbun tanah dan tumbang pun di cat?
Bapak Suparman: Maka dari itu saya katakan,yang nyuruh itu tolol, biasanya kekuasaan yang bikin hancur negeri ini, apa bila penguasa arogan,sok tahu,sok pintar dan egois. Apa bila suatu daerah di pimpin orang bodoh dan tolol,yang korban rakyat nya.
Jurnalis: Lalu mengenai banjir di Batam,20 menit saja hujan langsung banjir, kenapa itu pak?
Bapak Suparman: Yang perlu dipahami adalah Batam ini berada di tengah laut, kalau yang mengurus Batam ini amatiran ya beginilah jadinya.
Jurnalis:Bukan kah di bp.batam dan pemko banyak ahli nya?
Bapak Suparman:Orang ahli itu bisa menjadi tolol kalau di pimpin orang tolol, biasa pemimpin tolol,tak mau di tunjukin dan tak mau di ajarkan mereka berkuasa dan sok pintar semua orang harus ikut keinginan nya,meskipun keinginan nya itu tidak sesuai dengan management pemerintahan,maka dari itu,ada sekolah yang namanya IPDN “sampai kucing bertelor dan kuda manjat kelapa Batam akan tetap banjir,tunggu waktunya saja lama -lama tenggelam”
Jurnalis: Jadi menurut bapak harus bagaimana biar Batam ini lebih baik?
Bapak Suparman:Pertama yang mempin Batam ini harus orang cerdas,dan jelas sekolah nya. Harus berjiwa kerakyatan,dan punya ilmu management yang baik. Jangan arogan, jangan egois, berbicara punya etika, Batam ini multietnis, tidak bisa management,satu etnis,dan hindari jadi raja kecil.semua orang ikut apa kata dia, tidak bisa. Selagi rakyat bayar pajak, rakyat tetap berdaulat.
Jurnalis: Bagaimana dengan banjir tadi pak, apa solusinya?
Bapak Suparman: Solusinya, sekarang sama orang pintar- pintar itu dibuat saluran besar besar,itu lebih tolol lagi.
Sekarang saya tanya satu saja bisa tidak dijawab oleh penguasa sok pintar ini.
COBA BUKTIKAN LEVEL BANJIR ANTAR DARATAN DENGAN LAUTAN, ADA TIDAK COBA UMUMKAN,BERANI TIDAK.(Han)





