NATUNA | MNI ■ Akibat keterlambatan pembayaran tagihan oleh pihak rumah sakit kepada distributor/vendor alat kesehatan (alkes) sangat berdampak fatal, terutama pada layanan spesialis seperti poli ortopedi.
Pihak RSUD natuna belum bayar yang punya alat dari tahun kemaren. Kalau RSUD sudah bayar ke pihak vendor, alatnya sudah bisa digunakan. Demikian disampaikan sumber ke news indonesia belum lama ini.
Hal ini terjadi entah karena tersendatnya klaim pembayaran dari BPJS Kesehatan ke pihak rumah sakit atau hal lain, sehingga membuat fasilitas kesehatan menunggak pembayaran, ujarnya.
Sebelum menutup keterangannya sumber menambahkan, alat belum bisa digunakan, sementara antrean pasien membludak. Saat ini ada sekitar 22 pasien yang akan dioperasi tetapi belum bisa dilaksanakan.
Direktur Utama RSUD Natuna dr. Ari Fajarudi, dikonfirmasi melalui WhatsApp, belum memberikan keterangan.(Han)





