LIMAPULUH KOTA | MNI ■ Terpulang benar atau tidaknya Bupati Limapuluh Kota dalam Video yang terlanjur beredar tersebut.
Namun apapun itu warga beharap Bupati segera meredakan kehebohan dengan memberikan klarifikasi.
Jika merupakan korban rekaman, bisa melapor ke polisi dengan UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) atau UU ITE.
Berita tayang kembali, media ini belum menerima keterangan resmi dari bupati safni.
Diberitakan sebelumnya. Publik dihebohkan dengan beredarnya sebuah video skandal berupa rekaman call seks antara seorang pria dengan wanita.
Sumber mengaku menonton video skandal tersebut, terlihat seorang pria dengan posisi rebahan memakai baju kemeja biru kotak-kotak tanpa memakai celana terlibat aktifitas porno dengan seorang wanita tanpa busana.
Sumber lain sebut, pria paruh baya yang melakukan aksi tidak senonoh dalam video tersebut, diduga mirip dengan Bupati Limapuluh Kota, Safni.
Beredarnya video tidak senonoh seorang pria dengan seorang wanita tak dikenal tanpa busana tersebut menjadi kosumsi publik.
Ada yang menyebut video itu asli dan ada pula yang mengatakan settingan dari AI.
Bagi pihak yang menganggap video yang beredar di ruang publik itu asli, sebut itu peristiwa yang sangat memalukan dan merupakan skandal terbesar di Limapuluh Kota.
Sementara bagi pihak yang menganggap video tersebut karena kecanggihan tekhnologi, ada upaya untuk merusak nama baik bupati.
Terkait beredarnya video yang membuat gaduh ruang publik, awak media ini mencoba menghubungi seseorang yang tahu WhatsApp bupati Safni.
“Percuma dihubungi, lagi pula bupati sudah menyampaikan ke media bahwa nomornya di hacker oleh orang yang tidak bertanggung jawab”
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada verifikasi terkait kebenaran video skandal seks yang memalukan tersebut.
Di sisi lain, beberapa tokoh mengatakan tidak bisa berkomentar terlalu jauh. Tetapi mereka meminta APH mengusut tuntas video yang sudah beredar di ruang publik. (Han)





