PAYAKUMBUH,MNI- Akibat penggunaan polongan berukuran kecil pada parit, sehingga memicu berbagai masalah lingkungan.
Warga nama tidak disebutkan ke media ini menyampaikan, air meluap ke jalan dan kebun jagung karena kapasitas polongan tidak mampu menampung debit air yang datang ketika hujan.
“Air yang sering meluber ke atas permukaan jalan juga merusak aspal dan bukan aspal saja yang rusak, tanaman jagung pun gagal panen” katanya.
Karena ukuran diameter polongan lama kecil, untuk itu diminta Dinas PU Kota Payakumbuh Tinjau lokasi dan diharap segera mengganti dengan jembatan kecil atau pelat beton bertulang.
Perlu diketahui juga oleh walikota Payakumbuh beserta jajaran bahwa polongan kecil itu, sudah puluhan tahun berada dibawah jalan dan pada ujung polongan juga melintang pipa PDAM.
Sebelum menutup keterangannya warga tidak disebutkan nama menambahkan, lokasi polongan kecil itu hanya berjarak lebih kurang 60 meter dari kantor kelurahan Tanjung Pauh Payakumbuh Barat.
Berita ini ditayangkan, Walikota Payakumbuh berikut Kepala Dinas PUPR, belum dikonfirmasi.(tim)





